Uji Kelayakan Oleh TPI, Lapas Jember dan Bapas Jember Jadi Satker Pertama Yang Dikunjungi

 

JEMBER – Hari jni Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal yang dipimpin oleh Inspektur Wilayah VI Marasidin Siregar mulai bergerak menuju satker di jajaran Kanwil Kemenkumham Jatim. Tim dibagi menjadi dua ke wilayah timur dan barat Jatim, untuk kemudian melakukan monitoring dan penguatan pembangunan ZI WBK WBBM tahun 2021. Satker pertama yang dikunjungi adalah di Lapas Kelas IIA Jember dan Bapas Kelas II Jember, pada Jumat (03/09/21).

Di Lapas Jember tim disambut dengan penampilan yel – yel yang dipimpin oleh Plt. Kalapas Sarwito bersama tim Lalu dipersilahkan untuk secara langsung mengamati pelaksanaan inovasi Petersatu (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) serta Dompet Si Jari sebagai inovasi lain di Lapas Jember.

“Inovasi yang kami miliki dipilih dengan melakukan mitigasi resiko beberapa waktu lalu. Permasalahan antar Warga Binaan di Lapas Jember mayoritas disebabkan oleh hal – hal finansial seperti hutang dan sebagainya. Lalu lahirlah inovasi Dompet Sijari sebagai penyelesaian masalah yang kami pilih dalam mengendalikan peredaran uang sebagai biang utama permasalahan keamanan di Lapas Jember” urai Sarwito.

Terkait Petersatu disampaikan bahwa layanan tersebut dikembangkan sebagai langkah tepat memusatkan semua layanan masyarakat dalam satu pintu. Selain melayani penitipan barang untuk Warga Binaan, pengguna layanan juga bisa menanyakan alur, persyaratan dan kepengurusan hak – hak keluarganya.

Dari paparan tersebut TPI menyampaikan apresiasinya. “Layanan di Lapas Jember sangat terstruktur dan lengkap dalam pelayanannya” ujar Doktor Gurning.

Meskipun begitu, masih banyak yang harus dibenahi Lapas Jember untuk mengadapi TPN. Diantaranya video profil, paparan, yel – yel dan lainnya. “Untuk menjadi yang terbaik memang perlu waktu, tenaga dan pengorbanan. Namun hal tersebut akan terbayar dengan dukungan dari ide – ide setiap Tim Pokja yang diupayakan dengan hati” tambahnya.

Selanjutnya rombongan melanjutkan monitoring ke Bapas Jember, disini rombongan juga disambut Yel-Yel pegawai Bapas Jember yang mengenakan batik khas Jember, bangunan kantor yang minimalis tidak menyurutkan semangat Bapas Jember untuk berinovasi dan memanfaatkan tiap sudut ruangan disulap menjadi media yang informatif dan edukatif sehingga pengguna jasa layanan tidak minim informasi.

Dalam penyajian data dukung WBK Bapas Jember juga banyak menerima masukan dari TPI. "Kami menerima seluruh kritik dan saran yang membangun bagi Bapas Jember ujar Kepala Bapas jember Wahyu Andayati, masih ada waktu untuk kami berbenah dan terus meningkatkan performa jelang ODE oleh TPN," katanya.

Inspektur Wilayah VI Marasidi menyampaikan perlunya peran serta tak hanya oleh Pimpinan dalam melengkapi prasyarat menjadi satker yang WBK. Ada beberapa point yang perlu diperbaiki agar lebih maksimal dalam menghadapi TPN nanti ujarnya. Menurutnya, dilaksanakannya monitoring dan evaluasi pada Satker Kemenkumham Jatim tersebut dilakukan atas rasa tanggung jawab TPI yang telah mengusulkan Satker untuk mendapatkan gelar WBK maupun WBBM. (Humas Kemenkumham Jatim)

 

 

Cetak