TPI Apresiasi Inovasi di Lapas Lamongan

FOTO_UTAMA_-_2024-05-10T194322.077.jpg LAMONGAN - Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal melanjutkan rangkaian verifikasi lapangan pembangunan zona integritas. Setelah sebelumnya melakukan kunjungan ke Rutan Bangil, kini (10/5) giliran Lapas Lamongan menjadi fokus perhatian. Tim TPI mengapresiasi atas inovasi yang diciptakan.

Tim Penilai Internal yang dipimpin oleh Dwi Ari Wibowo diterima secara langsung oleh Kalapas Lamongan, Mahrus dan KPLP Lamongan, Andi Eko beserta jajaran. Kegiatan dimulai dengan proses verifikasi identitas, diikuti dengan penggeledahan dan penitipan barang bawaan.

Lapas Lamongan menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keamanan dengan menggunakan alat verifikasi KTP berbasis sidik jari dalam layanan kunjungan. Tim TPI memberikan apresiasi atas pengembangan aplikasi sistem pelacakan barang titipan yang berkoordinasi dengan ahli IT universitas, memastikan keamanan barang titipan untuk keluarga warga binaan pemasyarakatan yang berasal dari luar kota.

“Inovasi tersebut sudah bagus karena pihak keluarga dapat melacak keberadaan barang titipan melalui website,” ujar Bowo.

Lebih lanjut Bowo berpesan agar inovasi tersebut tidak hanya untuk melacak keberadaan barang titipan. Namun agar dikembangkan untuk menampilkan berbagai layanan yang di Lapas Lamongan. Misalnya persyaratan mengajukan asimilasi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan lain sebagainya.

“Sehingga pihak keluarga WBP sangat terbantu dengan adanya inovasi tersebut,”lanjut Bowo.

Keberhasilan Lapas Lamongan dalam menciptakan alat pembersih air untuk mengubah air banjir menjadi air bersih juga mendapat apresiasi, mengingat seringnya kejadian banjir di lokasi tersebut. Terkait nomor pengaduan yang lebih dari 1, Tim TPI memberikan saran berkaitan optimalisasi layanan agar pihak Lapas Lamongan menyiapkan satu nomor pengaduan agar tidak membingungkan pengunjung.

“Siapkan saja 1 nomor pengaduan yang mudah dibaca oleh masyarakat serta tidak menimbulkan kebingungan bagi masyarakat,” lanjut Bowo.

Disamping itu, disarankan pula untuk menyediakan lemari gratifikasi, ruangan pojok baca, dispenser kopi dan teh serta ruang laktasi.

“Perjelas juga alur layanan di seluruh bagian ruangan mengingat luasnya ruang layanan di Lapas Lamongan,” kata Bowo.

Menyikapi masukan dari TPI, Kalapas Lamongan, Mahrus, menyatakan akan segera menindaklanjuti bukan hanya karena gelar WBK, tetapi karena komitmen mereka dalam membangun reformasi birokrasi.

"Akan kami segera tindaklanjuti bukan karena gelar WBK, namun karena semata-mata kami berproses membangun reformasi birokrasi," tutup Mahrus. (Humas Kemenkumham Jatim)
WhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.20_1.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.19.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.19_1.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.18_1.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.16.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.15.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.22.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.21.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.21_1.jpegWhatsApp_Image_2024-05-10_at_18.58.20.jpeg


Cetak   E-mail