Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

WhatsApp Image 2019-08-10 at 15.44.46.jpeg

SIDOARJO - Hari Hepatitis Dunia yang jatuh pada 28 Juli lalu juga diperingati di dalam Rutan. Hari ini (10/8) Rutan Kelas I dan Rutan Perempuan Surabaya di Medaeng melakukan screening test hepatitis. Tidak hanya WBP, kegiatan yang menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan RS Saiful Anwar Malang dan Dinas Kesehatan Jatim itu juga melakukan pemeriksaan kepada pegawai.

Screening test hepatitis itu dilakukan di Aula Rutan Kelas I Surabaya. Sebanyak 46 tenaga kesehatan diterjunkan untuk melakukan tes kepada 250 orang WBP-Petugas Rutan. Termasuk tenaga kesehatan yang berasal dari Perhimpunan Ahli Teknologi Laboratorium Medis Indonesia (Patelki).

dr. Bogi Pratomo Sp.PD., KGEH. selaku Kepala Divisi Gastroenterohepatologi, Departemen Penyakit Dalam FK UB mengungkapkan bahwa ini adalah upaya pihaknya untuk mengeliminasi pengidap hepatitis di Rutan Kelas I Surabaya. Mengingat lingkungan lapas/ rutan termasuk yang paling rentan. "Kami berharap dari kegiatan ini bisa mengetahui kondisi WBP sehingga bisa mengambil langkah selanjutnya," terangnya.

Ketua panitia dr. Syifa Mustika Sp.PD., KGEH., mengungkapkan bahwa kegiatannya telah ada sejak 2012. Mereka menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, anak jalanan Di kesempatan yang keenam ini, kegiatan dipusatkan di Rutan Surabaya. "Sebelumnya pada 2016 kami juga telah melakukan hal serupa di Lapas Kelas I Malang," terangnya.

Mewakili Kanwil Kemenkumham Jatim, drg. Ediastuti Titisari mengungkapkan bahwa hepatitis lebih mudah penularannya. Sehingga orang yang berada di lingkungan lapas/ rutan lebih rentan tertular. Untuk itu, dia sangat berterima kasih atas kegiatan ini. "Hepatitis ini lebih mudah menular dari HIV/ AIDS, sehingga langkah preventif seperti ini sangat diperlukan," terangnya.

Pernyataan ini diamini Karutan Medaeng Teguh Pamuji. Menurutnya, kondisi rutan yang memiliki 2.981 WBP itu memang sangat rentan untuk penyebaran penyakit menular. Hal ini dikarenakan interaksi yang sangat intens antar WBP dan petugas. "Kami berharap kegiatan ini berkelanjutan dan bisa merambah ke pencegahan penyakit lainnya," harap Teguh.

Sedangkan Nurmah Indrijati S.KM selaku Pengelola Program Hepatitis Dinkes Jatim mengungkapkan pihaknya siap mendukung dengan menyediakan alat kesehatan yang dibutuhkan. (Humas Kemenkumham Jatim)

Foto Lainnya>>

WhatsApp Image 2019-08-10 at 15.37.14.jpegWhatsApp Image 2019-08-10 at 15.37.16.jpegWhatsApp Image 2019-08-10 at 15.37.15 (1).jpegWhatsApp Image 2019-08-10 at 15.37.15.jpegWhatsApp Image 2019-08-10 at 15.37.14 (1).jpeg