Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

WhatsApp Image 2019-05-20 at 21.09.10.jpeg

SIDOARJO - Lingkar Perdamaian, organisasi yang fokus pada deradikalisasi teroris, memuji pembinaan yang dilakukan Lapas Kelas I Surabaya. Terutama dalam upaya deradikalisasi. Menurutnya, Lapas Surabaya sudah bisa dijadikan miniatur sekaligus pilot project deradikalisasi di Indonesia.

Hal itu diungkapkan Direktur Lingkar Perdamaian Ali Fauzi saat menggelar buka puasa bersama narapidana teroris (napiter) di Aula Lapas Surabaya sore ini (20/5). Di hadapan wartawan, adik pelaku Bom Bali I, Amrozi Cs, itu mengapresiasi pembinaan yang dilakukan Lapas Surabaya.

Menurut Ali Fauzi, akar terorisme itu tidak tunggal. Penanganannya pun juga tidak boleh tunggal. "Ibarat sebuah penyakit, terorisme di Indonesia saat ini sudah tahap komplikasi. Jadi perlu dokter spesialis. Butuh penanganan khusus dan obat khusus," ujarnya.

Nah, menurut Ali, Lapas Surabaya selama ini punya formula yang tepat. Bahkan sudah bida dijadikan miniatur yang bagus untuk program deradikalisasi. "Saya respek karena di sini ada pendampingan khusus. Tidak semua sipir bisa seperti di Porong ini," terangnya.

Dia berharap, ada program pembinaan yang lebih banyak lagi. Seperti public speaking atau jurnalisme. Agar para napiter bisa menghasilkan kontra narasi dari kelompok teroris yang masih aktif. "Memang susah, tapi harus dan mendesak dilakukan," terangnya.

Sementara itu, Kalapas Surabaya Suharman mengungkapkan bahwa selama ini pihaknya memberikan pembinaan khusus kepada napiter. Kolaborasi juga dijalin dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT). Sehingga, pembinaan bisa maksimal. "Alhamdulillah, saat ini kami membina 4 napiter yang sudah menyatakan ikrar kembali ke NKRI, bahkan ada yang sudah mendapatkan grasi dan remisi," ujarnya.

Suharman mengakui bahwa kedatangan rekan sejawat napiter ini bisa mempercepat dan semakin memantapkan keyakinannya. Sehinga, bisa membantu pihaknya melakukan pembinaan secara optimal. "Ini jadi salah satu bentuk kolaborasi kami dengan pihak eksternal untuk mengoptimalkan tugas dan fungsi," terangnya. (Humas Kemenkumham Jatim)

Foto Lainnya>>

WhatsApp Image 2019-05-20 at 19.40.28.jpegWhatsApp Image 2019-05-20 at 19.40.31.jpegWhatsApp Image 2019-05-20 at 20.10.20.jpegWhatsApp Image 2019-05-20 at 19.40.19.jpegWhatsApp Image 2019-05-20 at 19.40.27.jpegWhatsApp Image 2019-05-20 at 19.40.30.jpeg