Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

WhatsApp Image 2019-06-28 at 14.54.57.jpegSURABAYA - Masih minimnya pendaftaran desain industri menjadi perhatian khusus Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual dan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jatim. Karena itu pada Jumat pagi (28/6) dilaksanakan sosialisasi bertema Penyusunan Spesifikasi Permohonan Desain Industri di Hotel JW Marriot Surabaya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dirjen KI Freddy Harris, Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati dan Kadiv Yankum dan HAM Hajerati. Dalam sambutannya Freddy menjelaskan bahwa potensi di Jawa Timur dan daerah lain di seluruh Indonesia sangat besar terkait dengan desain industri. Namun sangat disayangkan jumlah pendaftaran masih terbilang minim. Padahal, lanjut dia, negara yang besar adalah yang Kekayaan Intelektualnya berada di baris terdepan. “Kalau Sudah di depan berarti masuk ke dalam katogori negara maju, kita tinggal pilih Indonesia ada dimana,” tuturnya.

Salah satu desain industri yang saat ini perlu diperhatikan adalah kemasan suatu produk. Menurutnya packaging produk atau kemasan akan sangat berpengaruh terhadap penjualan dan daya saing sebuah produk di pasaran. “Satu kilogram anggur yang harganya Rp. 100 ribu bila hanya dikemas kantong plastik, bisa naik menjadi lebih dari Rp. 300 ribu dengan isi tidak lebih dari 30 buah anggur bila kemasan dibuat sangat menarik,” ujarnya mencontohkan.

Melihat perkembangan yang terjadi saat ini, Freddy mengutarakan, pihaknya terus berusaha mencarikan jalan keluar untuk berbagai kemudahan layanan Kekayaan Intelektual. “Kami terus mengubah diri, kami ingin layanan jauh lebih cepat dan mudah dan yang terpenting adalah pelaku usaha mendapat perlindungan,” terangnya.

Sementara itu Kakanwil mengatakan potensi desain industri di Jatim sangat besar seperti kerajinan kulit di Magetan, pusat kerajinan kain perca di Mojokerto, pusat kerjainan tas dan sepatu di Sidoarjo. Meski begitu pendaftaran desain industri kurang menggema, karena pemahaman yang mendalam oleh pelaku usaha dan petugas KI belum maksimal. “Pendafaran desain indsutri yang ada masih didominasi kalangan industri mengenah keatas,” terangnya.

Di tahun 2018 di Jatim hanya ada 20 pendaftaran desain industri. Meski begitu jumlah tersebut ternyata tertinggi di Indonesia. Dengan adanya kegiatan ini kakanwil berharap semoga jatim menjadi terdepan untuk melakukan pendafatarn terutama pelaku usaha menengah ke bawah. (Humas Kemenkumham Jatim)

Foto Lainnya>>

 WhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.56.jpegWhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.52.jpegWhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.53.jpegWhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.54.jpegWhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.54 (1).jpegWhatsApp Image 2019-06-28 at 12.53.55.jpeg