Home

Profil

Satuan Kerja

Produk Hukum

Layanan Publik

Pusat Informasi

Survey IKM

Pencarian Data

 WhatsApp Image 2019-07-03 at 10.03.18.jpeg

JAKARTA - Hari terakhir pelaksanaan Rapat Koordinasi Pengendalian Capaian Kinerja Semester I 2019 (3/7), diawali dengan penyampaian feedback dari perwakilan peserta. Mereka menyampaikan pesan dan kesan terkait penyelenggaraan rakor yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Senayan itu. Kakanwil Kemenkumham Jatim Susy Susilawati dipilih untuk mewakili suara seluruh Kepala Kanwil se-Indonesia.

Susy berada di atas podium bersama Kadiv Administrasi Kanwil DKI Jakarta Nuni Suryani, Kadiv Keimigrasian Kanwil Jateng Ramli HS, Kadiv Yankumham Sumbar Unan Pribadi dan Kadiv Pemasyarakatan Sulawesi Selatan Taufiqurrakhman. Kakanwil mendapatkan kesempatan pertama untuk menyampaikan pesan dan kesannya. Sebagai moderator adalah Kepala Biro Perencanaan Iwan Kurniawan.

Dalam pidatonya, Susy mengungkapkan bahwa selama 14 tahun menjadi pimti, rakor saat ini adalah yang paling menyita pikiran dan tenaga. Susy masih ingat betul bahwa tiga tahun lalu, rapat masih bersifat paparan oleh Kakanwil dan diperkuat oleh divisi. Sedangkan tahun lalu fokus pada kolaborasi kinerja. "Sekarang penilaiannya lebih individual, masing-masing pimti diminta menjelaskan tentang fungsinya sebagai pengendali," ujarnya. "Ini yang membuat kami pusing," imbuh Susy yang disambut tepuk tangan peserta lain.

Hal ini, lanjut Susy, membuat pihaknya melakukan persiapan yang luar biasa. Setelah mendapat surat pemeritahuan dari sekjen, langsung rapat dan belajar. Bagaimana proses penganggaran, dukman hingga realisasi target kinerja. "Setelah kami pelajari, ternyata banyak hal yang kami tidak tahu. Karena selama ini memerintah, tidak tahu prosesnya lebih dalam," terangnya.

Susy mengungkapkan, materi paling sulit yang dihadapinya adalah terkait penganggaran. Ketika kita dihadapkan dengan IKPA, awalnya sempat blank, tapi sekarang sangat populer. "Sekarang sudah di luar kepala, karena dimanapun berada, kami belajar," terangnya.

Namun, Susy mengaku mendapat banyak hikmah. Pimti pratama di wilayah jadi tahu, ternyata begitu luas apa yang harus dikuasai. Padahal, selama ini lebih banyak menyuruh. "Ini menandakan bahwa untuk jadi pimti, harus paripurna dalam dalam segala hal," terangnya.

Untuk itu, Susy berharap model yang seperti ini bisa dipertahankan atau bahkan ditambah bobotnya. Karena semakin tahun, tantangan semakin berat. Apalagi tahun depan, targetnya adalah peningkatan kapasitas SDM. "Tidak enak memang jadi pimti, tapi lebih tidak enak lagi kalau tidak jadi pimti," selorohnya diikuti gelak tawa pesrrta yang hadir. (Humas Kemenkumham Jatim)

Foto Lainnya>>

WhatsApp Image 2019-07-03 at 10.03.17.jpeg